Audiensi dipimpin oleh Koordinator Umum FORMABA Peduli, Fadil Fauzan, didampingi Koordinator Lapangan Zilgio Winata, dan diterima langsung oleh Camat Batahan, Sukiman, S.E. Pertemuan tersebut turut dihadiri para Kepala Desa se-Kecamatan Batahan, termasuk Kepala Desa Batahan.
Dalam pertemuan itu, FORMABA Peduli menyerahkan delapan tuntutan utama yang disertai kajian strategis. Kajian tersebut merupakan hasil konsolidasi mahasiswa yang dilaksanakan pada 19 Januari 2026 di Aula Kantor Desa Sari Kenanga.
Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi tersebut disatukan oleh kepedulian yang sama terhadap kondisi sosial, lingkungan, dan pelayanan publik di kampung halaman mereka.
“Aspirasi yang kami sampaikan menyangkut keselamatan, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap pemerintah dapat mengambil langkah nyata dan berkelanjutan demi kepentingan warga Batahan,” ujarnya.
Delapan aspirasi yang disampaikan meliputi upaya pemberantasan peredaran narkoba, kriminalitas, dan balap liar; penanganan ancaman buaya di Sungai Batahan; penyusunan program mitigasi banjir; fasilitasi penyelesaian konflik agraria; percepatan pembangunan infrastruktur; penyediaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) serta pengawasan tambang pasir; peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan penertiban hewan ternak; serta penguatan kegiatan keagamaan, adat, dan budaya berbasis kearifan lokal.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kecamatan Batahan menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi mahasiswa secara bertahap sesuai kewenangan. Pemerintah kecamatan juga akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait di tingkat kabupaten untuk persoalan yang berada di luar kewenangan kecamatan.
Pemerintah Kecamatan Batahan berjanji memberikan respon awal tertulis paling lambat 14 hari kerja, memulai langkah konkret dalam 30 hari kerja, serta menyampaikan laporan perkembangan paling lambat 60 hari kerja sejak audiensi berlangsung. Selain itu, ruang komunikasi dan evaluasi bersama akan dibuka sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Sementara itu, FORMABA Peduli menegaskan komitmennya untuk terus mengawal hasil audiensi secara kritis dan konstruktif. Mahasiswa juga menyatakan siap menempuh langkah advokasi lanjutan secara damai dan sesuai ketentuan hukum apabila tidak terdapat kejelasan tindak lanjut dari pemerintah.
Audiensi ini menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang hadir dari kampus untuk kampung halaman, demi mendorong penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan Batahan yang adil, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Penulis : Admina
Editor : Redaksi


Posting Komentar untuk "Dari Kampus untuk Kampung Halaman, FORMABA Peduli Sampaikan Aspirasi Warga Batahan"