Rakornas yang diikuti oleh 4.011 peserta ini dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih, kepala daerah dari seluruh Indonesia, serta jajaran TNI dan Polri. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kesinambungan arah pembangunan nasional.
Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintahan harus memahami peran dan tanggung jawab masing-masing demi menciptakan kehidupan masyarakat yang tenteram, harmonis, dan berkeadilan.
Presiden menekankan bahwa Indonesia dibangun atas pengorbanan besar rakyat, sehingga setiap pemimpin wajib mengabdi sepenuhnya kepada kepentingan bangsa dan negara.
Selain menyoroti pentingnya kepemimpinan yang adil dan jujur sebagai fondasi pemerintahan, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, termasuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan nasional.
Dalam Rakornas tersebut, Presiden Prabowo turut menyinggung persoalan sampah nasional yang dinilai harus ditangani secara serius dan terintegrasi. Pemerintah, kata Presiden, akan meluncurkan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai gerakan nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan tertata.
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan memulai pembangunan 34 proyek waste to energy di 34 kota di Indonesia pada tahun ini.
Tak hanya itu, Presiden juga memperkenalkan gagasan proyek “gentengisasi” sebagai bagian dari upaya memperindah kawasan permukiman. Menurutnya, penggunaan atap seng yang masif membuat lingkungan menjadi panas dan kurang estetis.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo memaparkan strategi besar transformasi bangsa sebagai arah pembangunan nasional ke depan. Strategi tersebut bertujuan menjadikan Indonesia sebagai negara maju dan modern dengan tolok ukur utama peningkatan kualitas hidup seluruh rakyat Indonesia.
Penulis: Admina
Editor: Redaksi


Posting Komentar