Material tanah dan air deras menghantam tiga kampung sekaligus, yakni Kampung Pasirkuning, Pasiran Cikandang, dan Tarikkolot. Luas wilayah terdampak diperkirakan mencapai 30 hektare. Lebih dari 30 rumah dilaporkan tertimbun atau rusak berat, sementara lima warga masih terjebak di reruntuhan dan dalam proses evakuasi.
Selain itu, longsor juga terjadi di Desa Sukajaya, Kecamatan Lembang, yang menelan dua korban jiwa. Kepala Desa Pasirlangu, Nur Awaludin, menyampaikan, "Tim gabungan sedang bekerja keras untuk mendata rumah dan korban yang mungkin tertimbun. Prioritas utama kami adalah menyelamatkan warga yang masih terjebak."
Salah satu warga, Wahyudin (60), menuturkan pengalaman mencekam saat longsor terjadi, "Tiba-tiba tanah dan air deras menghantam pemukiman saat kami sedang beristirahat. Semua terjadi begitu cepat, sangat menakutkan."
Tim gabungan dari BPBD KBB, BPBD Provinsi Jawa Barat, Polsek Cisarua, TNI, Polhut Perhutani, dan relawan diterjunkan untuk melakukan evakuasi, relokasi warga dari zona bahaya, serta pembersihan akses yang tertutup material tanah dan air.
"Kami fokus menyelamatkan warga yang terjebak dan memastikan keselamatan warga di kawasan rawan," kata salah satu petugas BPBD.
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat mengimbau seluruh warga di sekitar kaki Gunung Burangrang untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas. "Curah hujan diprediksi masih tinggi dalam beberapa hari ke depan, sehingga potensi longsor susulan tetap menjadi ancaman," tambah Nur Awaludin.
Penulis: Admina
Editor: Redaksi

Posting Komentar untuk "Longsor di Lereng Gunung Burangrang, Bandung Barat: Puluhan Rumah Rusak, 5 Warga Terjebak"