Pesawat milik PT Smart Cakrawala Aviation tersebut berjenis Cessna 208 Caravan dengan nomor registrasi PK-SNS. Insiden terjadi sekitar pukul 12.45 WIT sesaat setelah pesawat lepas landas dari Bandara Nabire menuju Bandara Kaimana sebagai penerbangan subsidi.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menjelaskan, pesawat mengalami gangguan mesin beberapa menit setelah tinggal landas sekitar pukul 13.00 WIT.
“Pilot mendeteksi adanya gangguan pada mesin yang berdampak pada daya dorong (thrust power). Demi keselamatan, pilot memutuskan untuk kembali ke Bandara Nabire, namun kemudian melakukan pendaratan darurat di bibir pantai Karadiri,” ujar AKBP Samuel Tatiratu, dikutip dari Antara.
Pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang dan dua kru, yakni Pilot Capt. Tania K dan Co-pilot FO Bagus. Seluruh penumpang dan kru dilaporkan selamat.
Kepala Kantor Basarnas Nabire, Tri Joko, memastikan seluruh penumpang telah dievakuasi dalam kondisi aman.
“Seluruh penumpang sebanyak 13 orang dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka serius. Saat ini masih dilakukan pendataan lanjutan,” kata Tri Joko. Salah satu media
Sementara itu, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan informasi awal terkait insiden tersebut.
Video kejadian pesawat Smart Air jatuh di kawasan Logpond Karadiri sempat beredar di media sosial Facebook dan diunggah oleh akun bernama sipahelutelsa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan penanganan di lokasi serta pendalaman lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti gangguan mesin pada pesawat tersebut.
Penulis: Admina
Editor: Redaksi

