Notification

×

Iklan

Iklan

Mobil Pengangkut Belasan Jeriken Terbakar di SPBU Pidoli, Pemilik Diduga Kabur

Jumat, 10 Juli 2026 | Juli 10, 2026 WIB Last Updated 2026-07-10T06:18:13Z

Sapaindonesia.id - MADINA - Insiden kebakaran menggegerkan SPBU Pertamina Nomor 15.229.111 di Jalan Lintas Sumatera, Aek Galoga, Desa Pidoli Lombang, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Sebuah mobil Mitsubishi Kuda bernomor polisi BA 1973 SH terbakar saat diduga melakukan pengisian BBM jenis Pertalite.

Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba di area dispenser sempat membuat petugas dan pengendara lain panik. Beruntung, petugas SPBU dengan sigap menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) hingga api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke fasilitas SPBU yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar.

Dalam proses pemadaman, seorang petugas SPBU bernama Khoirul mengalami luka bakar. Sementara rekannya, Taufik, turut membantu mengendalikan situasi hingga kondisi dinyatakan aman.

Tak lama setelah kejadian, personel Polsek Panyabungan tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV yang diharapkan dapat mengungkap kronologi pasti insiden tersebut.

Namun, perhatian publik justru tertuju pada isi kendaraan yang terbakar. Dari hasil pantauan di lokasi, di dalam mobil ditemukan sedikitnya 15 jeriken, dengan enam di antaranya masih berisi BBM jenis Pertalite bersubsidi. Polisi juga menemukan satu unit mesin penyedot lengkap dengan selang yang diduga digunakan untuk memindahkan BBM dari tangki kendaraan ke dalam jeriken.

Temuan tersebut memunculkan dugaan adanya aktivitas pengangkutan atau pemindahan BBM bersubsidi yang patut didalami aparat penegak hukum. Selain mengusut penyebab kebakaran, penyidik juga diharapkan menelusuri tujuan belasan jeriken dan mesin penyedot yang berada di dalam kendaraan tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, pemilik mobil yang dikenal dengan panggilan "Bocil" diduga melarikan diri tidak lama setelah kebakaran terjadi. Saat petugas kepolisian melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti, yang bersangkutan sudah tidak berada di lokasi sehingga belum dapat dimintai keterangan.

Insiden ini kembali menyoroti potensi penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi. Aparat penegak hukum diharapkan mengusut tuntas peristiwa tersebut, termasuk mengungkap apakah temuan belasan jeriken dan mesin penyedot memiliki keterkaitan dengan dugaan pelanggaran hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian, pengelola SPBU, maupun pemilik kendaraan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab kebakaran maupun temuan barang bukti di dalam kendaraan. 

Penulis : SI/01
Editor : Redaksi
×
Berita Terbaru Update